24 Mei 2022

 "Ke Jakarta Aku Kan Kembali"

Penggalan lagu Klus Plus kudendangkan sambil menulis tantangan dari pengurus komunitas Perkumpulan Penulis Motivator Nasional (PPMN).  Ini perjalanan ketigaku namun sebagian hatiku sepertinya sudah berada disana, bertemu dan berkumpul bersama orang-orang hebat yang mau dan selalu bersemangat untuk menghebatkan orang lain, termasuk seperti diriku yang masih sangat  awam dengan dunia tulis menulis. 
Semangat itulah yang masih terasa sejak pertama kali aku memutuskan bergabung dengan komunitas ini. Saat ini aku hanya memilki modal semangat dan kemauan yang kuat untuk belajar, karena prinsip belajarku "Bintang yang jauh tinggi saja bisa dipelajari orang apalagi sesuatu yang ada didepanku".

Bismillah kukuatkan tekat tuk berangkat kesana walaupun aku tahu konsekuensi didepanku, mengharuskanku untuk tetap aktif menulis, belajar sepanjang hayat dan bekerja keras bersama rekan- rekan yang lain untuk mengembangkan khazanah keilmuan dan kompetensi diri pribadi dan orang lain guna memajukan dunia literasi Indonesia.
Ini bisa jadi menjadi jawaban dari keprihatinanku tentang rendahnya minat dan daya baca  siswa maupun masyarakat disekitarku. 

Rasanya, ke Jakarta dan bergabung bersama komunitas PPMN, akan memotivasiku serta menjadi cambuk bagiku  untuk "Bergerak-menggerakkan" dan "Hebat- menghebatkan", agar aku terbangun dari tidur panjangku bahwa sudah saatnya berbuat dan merealisasikan mimpiku yang tertunda, ya aku ingin menjadi seseorang yang meninggalkan jejak penaku melalui karya tulis yang disukai dan bermanfaat bagi banyak orang.

Aku sadar, diriku hanya sebutir debu diatara kokohnya batu-batu cadas raksasa yang telah tangguh  dan tegar bediri walaupun   telah dihantam ombak berkali-kali. Namun,  ke Jakarta adalah momentum  awalku dan menjadi pilihan untuk  melangkah menempuh jalanku selanjutnya. Semoga Tuhan merestuinya, Aamiin.
Salam literasi. Selong, 25052022.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  GELIAT PASCA LEARNING LOSS COVID 19 DI KAKI RINJANI   “Bu Guru!...” suara itu membuatku menoleh ke belakang dan menyambut dengan senyum un...