26 April 2022

 

Alam Manusia                                                                Selong, 15-12-21

                                                     Buah pena:  Asrol Uyuni

 

 

Menjadi manusia bukan pilihan

Menjadi manusia adalah taqdir

Menjadi manusia adalah kepercayaan

Menjadi manusia adalah amanat

                Manusia adalah makhluk desain Sang Pencipta

                Sempurna namun penuh noktah cela

                Sarang lupa dan dahaga akan harta, tahta dan hawa

                Kemanusiaanku terbungkus tulus dan sabar

                Bila rasa itu hanyut maka yang tersisa hanyalah durga

Seberkas sinar Ia titipkan dalam qolbu

Menerangi setiap langkah dalam gulitaku

KasihNya mendampingi sepanjag hayatku

SayangMu adalah asaku tak ingin terpisah

Sampai jasad berkalang tanah

Menuai menuai….hitam dan putih…

Buah kehidupan

 

 Bersamamu                                           Selong, 30-05-2021

Saat itu…

Bagiku bersamamu adalah anugrah

Kehadiranmu adalah amanah

Tapi akhirnya…

Ternyata semua adalah amarah

Hingga, aku berkata sang pander berkata

Membersamaimu adalah suatu keniscayaan

Karena kamu hanyalah mimpi disiang hari

Yang akan hilang sesaat setelah terbangun.

 

Saat itu…

Bagiku bersamamu adalah anugrah

Kehadiranmu adalah amanah

Tapi akhirnya…

Ternyata semua adalah amarah

Hingga, aku berkata sang pander berkata

Membersamaimu adalah suatu keniscayaan

Karena kamu hanyalah mimpi disiang hari

Yang akan hilang sesaat setelah terbangun.

 

 BUMIKU MEMANG SUDAH TAK LUGU LAGI

By: Asrol Uyuni                                                                                 050821

 

Ada tanya dalam setiap benak manusia

Benarkah ini realita?

Atau sekedar rekayasa?

Wabah dijadikan ajang menjadi kaya

Ajang mencari muka

Ajang memanfaatkan sengsara

Memanipulasi data demi tujuan semata

Tuhanku…

Ketika kejujuran tandus dimakan cuaca

Ketika harapan gersang tak berasa

Akankah oase kehidupan muncul di tegah gurun ketidakpastian?

Menyapu badai kepalsuan bumiku yang kini sudah tak lugu lagi.

 

 DIAMKU

By. Asrol Uyuni                                                                                    Selong, 280921

Gunung menyapaku dengan tawa riangnya

Lembah mengingatkanku dengan curamnya

Tanah lapang membuaiku dengan semilir angin sejuk yang membuatku tak bergerak

Hanya diam

 “Diam”

Terinjak kuda-kuda kehidupan yang berlari kencang

Gerakanku membimbingku menuju jalanMu.

 

 LENTERAKU                                                                                15-03-2022

Imanku adalah lenteraku

Yang selalu, bersamaku

Menemaniku kemanapun kakiku melangkah

Arus utara terkadang memaksaku berenang kearah selatan

Dan arus selatan mengarahkanku berenang kearah utara

Aku hanya sedang tersesat kawan

            

 

24 April 2022

SERUNYA BELAJAR MEMBUAT BLOG SENDIRI

 SERUNYA BELAJAR 
MEMBUAT BLOG SENDIRI


Bismillah...

Pagi itu di sekolah, 23 April 2022, seorang teman baik tiba-tiba mengirim sebuah formulir pendaftaran pelatihan dasar membuat blog. Entah semangat dari mana, tanpa ragu jariku seperti diarahkan untuk mendaftar dan belajar bersama rekan-rekan yang sudah tergabung sebelumnya. Ini berbayar, sedangkan aku tak memiliki alat pembayaran elektronik dan ATMpun tertinggal di rumah. Untungnya ada seorang teman yang bersedia menggunakan E-bankingnya untuk mentranfer biaya pendaftaran. Aku tersenyum, alhamdulillah langkah yang kupilih dilancarkanNya.

Hari pertama di kelas, masih bingung dan penasaran, namun pak Raimundus Brian Prasetyawan, S. Pd selaku nara sumber membimbing dengan kesabaran. masih malu-malu untuk bertanya di WA grub, akhirnya kuputuskan untuk menggunakan jalur pribadi dan beliau sangat membantu proses belajarku.

Pada tahap awal nara sumber mulai memperkenalkan diri, menyampaikan pengantar dan materi yang berisi tentang, pengertian blog, bagian-bagian blog sampai pada cara pembuatan blog.

Dengan kekuatan 100 watt kumulai membuat blog sendiri dengan nama AKADEMIA dan aku sangat tertarik dengan label pendidikan. Aku berpikir disitulah hidupku dan aku berkeinginan banyak menulis tentang itu. Dipandu modul yang diberikan dan bimbingan online dari pak Brian akupun mulai menulis blog pertamaku, namun untung tak dapat diraih dan malangpun tak dapat diduga. Hari kedua sebuah berita duka menghentikan langkahku hari itu. Aku sedang berduka disaat persiapan acara buka bersama putri sulungku. Undangan telah disebar dan takmungkinlah bagiku membatalkannya. Semua kerabatku berangkat ke Mataram untuk mengucapkan rasa bela sungkawa dan menghadiri pemakaman suami sepupuku yang wafat karena tertabak mobil dam. Saat berduka akupun menjadi sangat sibuk karena harus menyiapkan acara ulang tahun sendirian dan hanya dibantu anak-anak. Akhirnya terpaksalah pelajaran menulis blogku tertunda, dan terbayar dengan suksesnya penyelenggaraan acara ulang tahun putriku.

Hari ketiga ini, aku harus mengejar ketertinggalanku dari teman-teman yang lainnya. Tulisa pertamaku harus terpublikasikan, dan aku optimis bahwa walaupun berjalan dengan merangkak aku kesulitan tapi aku masih bisa melangkahkan kakiku dengan berlari...ups ketinggian ya? tapi bagiku bintang dikejauhan sana bisa dipelajari orang apalagi sesuatu yang nampak didepanku.

Bismillah...Go...Go...Go...Asrol Uyuni "kamu bisa".  

 

  GELIAT PASCA LEARNING LOSS COVID 19 DI KAKI RINJANI   “Bu Guru!...” suara itu membuatku menoleh ke belakang dan menyambut dengan senyum un...