Alam Manusia Selong, 15-12-21
Buah pena: Asrol Uyuni
Menjadi
manusia bukan pilihan
Menjadi
manusia adalah taqdir
Menjadi
manusia adalah kepercayaan
Menjadi
manusia adalah amanat
Manusia adalah makhluk desain
Sang Pencipta
Sempurna namun penuh noktah cela
Sarang lupa dan dahaga akan
harta, tahta dan hawa
Kemanusiaanku terbungkus tulus
dan sabar
Bila rasa itu hanyut maka yang
tersisa hanyalah durga
Seberkas
sinar Ia titipkan dalam qolbu
Menerangi
setiap langkah dalam gulitaku
KasihNya
mendampingi sepanjag hayatku
SayangMu
adalah asaku tak ingin terpisah
Sampai
jasad berkalang tanah
Menuai
menuai….hitam dan putih…
Buah
kehidupan
Bersamamu Selong, 30-05-2021
Saat itu…
Bagiku bersamamu
adalah anugrah
Kehadiranmu
adalah amanah
Tapi akhirnya…
Ternyata semua
adalah amarah
Hingga, aku
berkata sang pander berkata
Membersamaimu
adalah suatu keniscayaan
Karena kamu
hanyalah mimpi disiang hari
Yang akan hilang
sesaat setelah terbangun.
Saat itu…
Bagiku bersamamu adalah anugrah
Kehadiranmu adalah amanah
Tapi akhirnya…
Ternyata semua adalah amarah
Hingga, aku berkata sang pander berkata
Membersamaimu adalah suatu keniscayaan
Karena kamu hanyalah mimpi disiang hari
Yang akan hilang sesaat setelah terbangun.
By: Asrol Uyuni 050821
Ada
tanya dalam setiap benak manusia
Benarkah
ini realita?
Atau
sekedar rekayasa?
Wabah
dijadikan ajang menjadi kaya
Ajang
mencari muka
Ajang
memanfaatkan sengsara
Memanipulasi
data demi tujuan semata
Tuhanku…
Ketika kejujuran tandus
dimakan cuaca
Ketika harapan gersang tak
berasa
Akankah oase kehidupan muncul
di tegah gurun ketidakpastian?
Menyapu badai kepalsuan bumiku
yang kini sudah tak lugu lagi.
DIAMKU
By. Asrol Uyuni Selong, 280921
Gunung menyapaku dengan tawa riangnya
Lembah mengingatkanku dengan curamnya
Tanah lapang membuaiku dengan semilir angin sejuk yang
membuatku tak bergerak
Hanya diam
“Diam”
Terinjak kuda-kuda kehidupan yang berlari kencang
Gerakanku membimbingku menuju jalanMu.
LENTERAKU 15-03-2022
Imanku
adalah lenteraku
Yang
selalu, bersamaku
Menemaniku
kemanapun kakiku melangkah
Arus
utara terkadang memaksaku berenang kearah selatan
Dan
arus selatan mengarahkanku berenang kearah utara
Aku
hanya sedang tersesat kawan
